Berada Di Ujung Tanduk, Malaysia Mulai Jajaki Jual Proton

Menjadi program mobnas atau mobil nasional yang di miliki oleh pemerintah, tidaklah menjadi jaminan bagi Proton akan tampil gemilang di pasar industri otomotif domestik. Merek yang didirkan sejak 1983 ini saat ini dikabarkan sedang membutuhkan pertolongan.

Proton dikabarkan tengah mencari rekanan yang bisa membantu pabrikan otomotif kembali untuk menghidupkan bisnis Proton yang selama beberapa tahun terakhir ini terpuruk. Tercatat, selama beberapa tahun terakhir laba Proton terus merosot dikarenakan kurangnya produk yang berkualitas baik itu dari segi teknologi dan model selain itu lemahnya layanan purna jual dan ketatnya kompetisi juga turut menyebabkan Proton berada kondisi diujung tanduk.
Berada Di Ujung Tanduk, Malaysia Mulai Jajaki Jual Proton
Pada April lal, pemerintah Malaysia telah memberikan suntikan dana sebesar 1,5 miliar ringgit atau setara 4,7 triliun rupiah untuk membantu keuangan Proton. Perwakilan pemerintah mengatakan bahwa suntikan modal ini tidak dapat diberikan secara terus menerus. Suntikan tersebut dimaksudkan agar Proton dapat menemukan mitra bisnis yang tepat.

Proton dikabarkan telah mengirimkan 20 proposal kerja sama kepada produsen kendaraan roda empat yang ada di dunia. Saham utama Proton juda dikabarkan sedang coba untuk dijual akan tetapi belum diketahui berapa jumlah yang akan dilepas oleh pemerintah Malaysia. Hingga saat ini sudah terdaapt 3 perusahaan yang telah merespon tawaran dari Proton yaitu PSA Group yang merupakan produsen Peugeot, Renault dan Suzuki.

“Peugeot sudah merespon proposal yang diajukan oleh Proton beserta para pemegang sahamnya,” kata juru bicara PSA Group. Akan tetapi perwakilan PSA tersebut tidak mengatakan lebih rinci mengenai respon yang diberikan oleh PSA ataupun kemungkinan terjadi kesepakatan.

Pada masa jayanya, Proton sempat mendominasi pasar kendaraan domestik Malaysia sebesar 74 persen pada tahun 1993. Hasil manis tersebut ternyata tidak berlangsung lama karena setelah beberapa tahun, Proton mulai terpurut disebabkan oleh kualitas mobil, pelayanan purna jual dan juga inovasi pabrikan yang tidak mengesankan konsumen. Hal-hal tersebut menyebabkan pangsa pasar Proton yang sebelumnya mendominasi mulai tergerus hingga tersisa 15 persen pada saat ini.

Zero Me-Recall Hampir 100 Unit Karena Bermasalah

Pabrikan sepeda motor listrik Amerika Serikat, Zero Motorcycle tengah melakukan recall untuk model SR, S, DS dan FX yang diproduksi Teman Poker99 tahun 2015. Recall atau penarikan kembali ini dikarenakan terdapat masalah pada bagian sistem elektronik konverter DC-DC sehingga mengubah tegangan listrik.
Zero Me-Recall Hampir 100 Unit Karena Bermasalah
Dijelaskan oleh Zero, output yang dihasilkan oleh konverter DC-DC untuk memutar roda tidak menghasilkan tenaga yang sesuai sehingga sistem anti locking braking system atau ABS tidak bekerja sempurna. Akibat dari output tenaga yang tidak sesuai ini dapat membuat ABS tidak bisa bekerja maksimal beserta dengan semua lampu yang berhubungan dengan ABS ketika dibutuhkan.

Penyakit ini dianggap berpotensi menyebabkan kecelakaan dan membahayakan bagi para pengendara. Pakar dari Zero Motorcycle menjelaskan bahwa saat berkendara pada malam hari, pengendara yang mengerem secara mendadak dan ABS tidak aktif dab lampu yang mati dapat menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan.

Saat ini terdapat 96 unit yang daftar poker diketahui terjangkit masalah konverter ini sehingga dapat diperbaiki. Zero saat ini telah menghubungi para konsumennya dan melakukan prosese perbaikan yang telah dimulai dari 16 September 2016. Diler Zero akan melakukan inspeksi terhadap konverter DC-DC pada semua unit lain yang dijual di Indonesia dan berkomitmen untuk memperbaikinya ataupun mengganti perangkat yang bermasalah tersebut.

Saat ini model-model Zero yang teridentifikasi bermaslaah ini dijual di Indonesia via Grup Garasindo. Direktur Garansindo Technologies Dhani M Yahya belum memberikan tanggapan mengenai recall dari sepeda motor listrik ini.

Nissan Indonesia Akan Kembali Jual GT-R

Setelah lebih dari 2 tahun tidak terlihat atau absen dipasar Indonesia, Nissan Motor Indonesia atau NMI akhirnya memutuskan untuk menjual lagi salah satu ikon mobil sport Nissan yaitu GT-R. Hal ini terlihat dari terjualnya GT-R produksi tahun 2014 yang dihadirkan oleh Nissan yang dilabeli Livery GT Academy pada pameran Gaikindo Indonesia International.

NMI terakhir kali tercatat menjual GT-R pada 2013 sebanyak delapan unit. Di pasar global, GT-R sudah mengalami 2 kali re-design tetapi hingga saat ini tidak ada model yang dijual untuk pasar Indonesia.
Nissan Indonesia Akan Kembali Jual GT-R
Model terbaru dari GT-R adalah model 2017 yang diperkenalkan pertama kali pada New York Auto Show pada Maret lalu. Poin terpenting yang dihadirkan oleh Nissan adalah pembaruan desain, dapur pacu V6 3.6L yang dapat menghasilkan tenaga lebih besar 20 tenaga kuda dari model sebelumnya.

Direktur NMI yang baru, Antonio Zara pernah menyampaikan bahwa GT-R seeprti barang terlarang mengingat kapasitas mesin yang dimiliki oleh GT-R berada pada kelompok mesin yang terkena pajak barang mewah atau PPnBM 125 persen. Di Amerika Serikat dan Jepang, GT-R dijual Rp 1 miliar tetapi untuk pasar Indonesia harga tersebut melonjak hingga Rp 3.3 miliar.

Walaupun dibanderol dengan harga yang begitu tinggi akan tetapi GT-R tetapi memiliki penggemar fanatik. General Manager Marketing Strategy & Product Planning dari Nissan Motor Indonesia Budi Nur Mukmin mengatakan bahwa dengan pasar yang terbatas, GT-R adalah produk yang membawa nama besar dan punya potensi yang besar walaupun bukan dalam volume penjualan.

“Ini saya buka, model terbaru ini kami akan berusaha untuk meluncurkan mobil tahun depan. Target kami adalah semester dua karena semester satu dirasa terlalu mendesak,” kata Budi.

NMI sudah mengungkapkan tidak ada rencana dibalik meluncurkan model baru pada tahun ini. Persiapakn akan dilakukan pada tahun depan. GT-R masuk dalam daftar peluncuran model baru dari Nissan Motor Indonesia untuk 2017

Tuduhan Kartel Tidak Pengaruhi Kondisi Pasar Sepeda Motor

Dugaan atau tuduhan pratek kartel yang dituduhkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha tidak serta merta membuat pelaku pasar sepeda motor nasional kebakaran jenggot. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI, Gunadi Sindhuwinata mengatakan bahwa apa pun hasil persidangan dari dugaan ini tetap tidak membawa pengaruh negatif apapun ke pasar Teman Judi.
tuduhan-kartel-tidak-pengaruhi-kondisi-pasar-sepeda-motor
Gunadi mengatakan bahwa pasar sepeda motor nasional memiliki kebutuhan sehingga tidak akan terpengaruh dan permintaan sepeda motor akan tetap tinggi. Gunadi menjelaskan bahwa AISI telah melakukan kajian mengenai tren atau perkembangan pasar sepeda motor dan mereka menemukan hingga 2020 pasar sepeda motor nasional tetap cerah terutama ketika kondisi perekonomian masih mendukung sehingga kenaikan permintaan Teman Poker99 akan tetap ada.

“Kita saat ini masih berada pada pendapatan per kapita sekitar 4 ribu dollar AS. Ada kelompok mayoritas atau besar dengan penghasilan disekitar 3 ribuan kebawah sedangkan kelompok menengah dengan pendapatan sekitar 4 ribu hinga 10 ribu dollar AS. Sehingga sudah jelas bahwa potensi pasar yang kita miliki besar karena saat ini para pelaku bisnis telah menyediakan berbagai varian sepeda motor sehingga bisa menyasar ke bagian mana saja,” kata Gunadi.

Mengenai investigasi yang tengah dilakukan oleh KPPU, AISI tidak akan menanggapi secara berlebihan karena ini merupakan suatu hal yang penting terutama ini memang ruang lingkup tugas dan tanggung jawab dari KPPU. Hal terpenting menurut Gunadi dari investigasi ini adalah memberikan proteksi kepada industri Teman 4D sehingga dapat berkembang dan terhindar dari pratik yang tidak sesuai dengan conduct persaingan.

“Contohnya adalah permasalahan pemain baru, kebijakan dan lainnya. Intinya harus melindungi pasar dan industri supaya dapat bersaing dan berkembang dengan sehat,” kata Gunadi.

Kantor Mitsubishi Di Jepang Digerebek

Sepertinya skandal Mitsubishi di Jepang masih jauh dari kata usai. Baru-baru ini kantor pusat Mitsubishi di Nagoya, Jepang kembali digerebek atau digeledah oleh pejabat pemerintah Jepang. Penggeledahan ini merupakan kelanjutan dari skandal manipulasi jarak tempuh yang mencuat pada April 2016 lalu.
Kantor Mitsubishi Di Jepang Digerebek
Pemerintah Jepang mengambil tindakan penggeledahan tersebut setelah produsen mobil terbesar keenam di Jepang tersebut terbukti bersalah setelah lebih dari 4 model atau tepatnya 8 model diketahui terjadi pemalsuan data konsumsi bahan bakar. Selain itu, otoritas Jepang juga menduga bahwa terjadi pemalsuan data dan fakta yang tertera di iklan katalog.

“Kami sedang mengerahkan semua tenaga untuk menyelidiki keadaan yang menyebabkan situasi seperti ini,” ucap Keiichi Ishii, Menteri Transportasi Jepang. Selain itu Ishii juga mengatakan bahwa dengan penyelidikan terhadap Mitsubishi ini, Kementerian Transportasi Jepang telah mengirim pemberitahuan kepada setiap produsen mobil yang berada di Jepang ataupun menjual mobil di Jepang untuk patuh pada aturan penghitungan jarak tempuh.

Saat ini Kementerian Transportasi Jepang telah mengantongi 8 model mobil Mitsubishi memiliki data dan fakta yang berbeda dengan fakta lapangan untuk jarak tempuh semenjak skandal ini merebak. Pihak otoritas Jepang juga telah mengambil tindakan dengan menghentikan sementara penjualan produk tersebut termasuk produksi yang tengah dilakukan oleh Mitsubishi hingga pihak Mitsubishi menyerahkan data asli dari ke-8 model mobil tersebut.