Istilah-Istilah Pada Ban Telapak Asimetris

Berbagai teknologi dan terobosa terus dimunculkan oleh para produsen ban dunia termasuk diantaranya adalah ban asimetris. Asimetris adalah ban yang memiliki alur atau kembangan yang berbeda antara alur sisi dalam dan juga sisi luar.

Perbedaan antara alur ini memiliki berbagai kegunaan salah satunya adalah untuk mengantisipasi perbedaan sudut chamber pada berbagai merek mobil. Efeknya adalah untuk tetap dapat menahan beban sekaligus mempertahankan daya cengkeram dari ban tersebut.

“Dengan adanya desain asimetris, daya cengkram ban dapat menyesuaikan secara otomatis dengan keadaan berkendara sehingga tetap prima,” kata Bambang Hermanuhadi, Manajer Training PT Sumi Rubber Indonesia.
Istilah-Istilah Pada Ban Telapak Asimetris
Secara kasat mata, ban asimetris terlihat sama akan tetapi jika diperhatikan dengan seksama terdapat alur desain yang berbeda dari alur pada tapak. Bambang mencontohkan pada produk Dunlop yang diproduksi oleh Sumi Rubber Indonesia yaitu Dunlop Enasave EC300+ yang jika dibelah akan ditemukan komposisi yang berbeda antara sisi luar dan sisi dalam ban. Ini sedikit yang berbeda dengan produk ban yang ramah lingkungan Dunlop yaitu tipe EC300.

“Jika ditukar sisi luar dan dalam ban ini tidak dapat digunakan akan tetapi ditukar untuk kanan atau kiri bank masih dapat digunakan akan tetapi harus melihat mana yang sisi luar,” kata Bambang.

Penggunaan ban asimetrik telah mulai digunakna untuk ajang balapan seperti MotoGP yang dapat mengurangi tekanan ketika tikungan kanan ataupun kiri.

Masa Keemasan MotoGP Dimulai

Ajang balap sepeda motor paling bergengsi MotoGP 2017 akan hadir dengan tingkat kompetisi yang semakin menarik, salah satunya adalah dengan bertambahnya pabrikan yang akan mengikuti MotoGP. Juara dunia tiga kali, Jorge Lorenzo menganggap MotoGP tengah memasuki masa keemasannya setelah mengalami masa-masa kelam.

Masa-masa kelam yang dimaksud adalah yaitu periode tahun 2012 hingga 2014 yang mana pihak Dorna membuka kelas CRT/Open yaitu kelas mesin untuk dapat mengakali jumlah pebalap. Mulai tahun 2015, kondisi tersebut telah perlahan berubah dan semakin membaik pada 2016. Menurut Lorenzo, puncaknya ada pada tahun 2017 yang dimana akan menjadi kompetisi yang super ketat antar pabrikan dan pebalap.
Masa Keemasan MotoGP Dimulai
“ini adalah era keemasan. Kita telah melalui masa-masa sulit ketika hanya terdapat 17 motor di grid pada tiga atau tempat tahun yang lalu,” kata Lorenzo.

Rekor baru juga dicatat pada balapan tahun ini yang mana sembilan pebalap yang mewakiliki 4 pabrikan dan 6 tim berbeda merasakan kemenangan minimla 1 kali. “Saat ini sudah terdapat 23 motor dan mungkin sekitar 18 motor memiliki peluang untuk memenangkan balapan. Kami melihat tahun ini akan terdapat 9 motor yang dapat memenangkan balapan sehingga balapan tahun depan akan sangat menarik bagi penonton,” kata Lorenzo.

Pada 2017 nanti, Lorenzo akan memperkuat pabrikan Ducati dan siap untuk berkompetisi untuk mendapat gelar juara dunia ke-4 nya. Tim Lorenzo saat ini yaitu Yamaha tetap mengandalkan legenda hidup Valentino Rossi ditambahkan dengan Rookie terbaik musim ini yang memperkuat Suzuki yaitu Maverick Vinales.

Honda merupakan satu-satunya tim yang tidak melakukan perubahan pada pebalapnya yaitu dengan tetap mempertahankan duet Marquez yang merupakan juara dunia 2016 dan juga Dani Pedrosa. Sementara itu Suzuki yang akan kehilangan Vinales telah mengonfirmasi akan diperkuat oleh Andrea Iannone yang memperkuat Ducati pada tahun ini. Tidak ketinggalan Aprillia dan KTM yang kembali ke MotoGP dengan diperkuat oleh Bradley Smith dan Pol Esparagaro pada KTM dan Sam Lowes serta Alex Espargaro di Aprillia.

Petualang Ringan Rp 60 Juta Dari Kawasaki

Kawasaki akhirnya membuat dan memasarkan Verys-X 300 versi 250 cc untuk pasar Indoneisa. Verys-X 300 adalah sepeda motor terbaru yang diluncurkan oleh Kawasaki pada EICMA Milan. PT Kawasaki Motor Indonesia menargetkan Verys-X 250 ini untuk target pasar penjelajah dan touring.

Untuk acara pengenalan motor model adventure yang cocok untuk segala kondisi medan ini dilakukan di Bintaro, Jakarta dengan menghadirkan 2 tipe yang akan tersedia di showroom Kawasaki seluruh Indonesia. Model pertama adalah daily use sebagai versi standard dan versi yang lebih berat yaitu touring yang dikenal dengan Verys-X 250 Tourer.
petualang-ringan-rp-60-juta-dari-kawasaki
Tren Motor adventure yang tengah digandrungi oleh segmen menengah ke bawah ini membuat KMI mencoba untuk menggarap segmen ini dengan memperkenalkan untuk pertama kalinya skema mesin 250 cc. Merek lainnya seperti Honda sebelumnya telah hadir dengan CRF Rally 250, Suzuki V-Strom hingga pabrikan asal Jerman BMW dengan G310 GS.

“Verys-X 250 menjadi terobosan besar bagi pasar Indonesia dalam memenuhi kebutuhan berkendara bagi rider yang menyukai petualangan dan menaklukan tantangan alam bebas dengan medan yang berat,” kata Michael Candra Tanadhi, Deputy Head Sales and Promotions KMI.

Menurut Michael, pasar off-road dan touring telah semakin meningkat. Salah satunya adalah dengan penjualan Verys 650 yang meningkat untuk beberapa bulan terakhir. Touring beserta petualang ringan saat ini telah menjadi tren.

Peluang sukses model ini semakin terbuka lebar dengan harga yang sangat kompetitif. Ketika motor petualangan dengan CC tinggi biasanya di banderol dengan harga Rp 100 hingga Rp 200 jutaan, Verys-X 250 hadir dengan harga yang hanya mencapai Rp 61,9 juta untuk versi standard dan Rp 72,7 juta untuk versi tourer.

Bukti Jika Honda Brio Tidak Menguras Kantong

Efisiensi bahan bakar Honda New Brio kembali diuji oleh PT Honda Prospect Motor atau HPM menantang media nasional untuk memecahkan rekor Liga Irit 2016 yang diselenggarakan oleh majalah AutoBild. Pada uji coba tersebut, Honda New Brio berhasil mencatat angka 21,9 kpl.

Acara yang juga dikemas dalam agenda New Honda Brio Drive 2 Excitement, menempuh jarak sekitar 56 km dari kantor HPM di Sunter menuju venue Honda di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang.
Bukti Jika Honda Brio Tidak Menguras Kantong
Dalam ajang tersebut, mobil yang digunakan adalah Honda Brio CVT 1.2L i-VTEC. Service Technical & Warranty Senior Manager HPM, Muhammad Zuhdi mengatakan bahwa angka 21 kpl telah menjadi target yang diprediksi oleh HPM.

“Brio terbaru ini sudah menggunakan transmisi CVT yang yang telah diperbaharui. Secara konstruksi sendiri, New Brio ini juga telah semakin ringan 10 kg dari versi sebelumnya. Selain itu kinerja mesin juga memastikan perpindahan gigi menjadi lebih smooth atau halus dibanding dengan tipe pendahulunya. Perpindahan yang smooth ini membuat tidak ada tenaga dan torsi yang terbuang percuma sehingga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efision,” kata Zuhdi.

Ketika di ujicoba, Brio CVT keluar dari kantor HPM menuju ruas tol Tanjung Priok lalu melintas tol bandara Soetta dan berbelok menuju ke tol JORR Barat sebelum beralih ke tol Serpong. Dengan kondisi jalanan lancar pada Sabtu pagi, mobil dipacu dengan kecepatan rata-rata 60 kpj dengan menjaga putaran mesin tidak melebih 1.500 rpm. Perjalanan juga tetap menggunakan AC dengan suhu yang cukup nyaman.

Dengan adanya indikator ECo yang muncul pada bagian panel indikator saat berkendara dapat dibaca oleh komputer sehingga pengendara dapat mengetahui apakan cara berkendara pengendara termasuk dalam cara yang irit bahan bakar. Tanpa adanya informasi konsumsi BBN secara real time, para uji coba harus meraba kecepatan untuk mengetahui posisi paling efisien.

Pada Multi Information Display atau MID terpampang konsumsi bahan bakar rata-rata. Dari informasi yang berasal dari MID inilah, patokan pengujian tersebut dihitung. MID tersebut sempat menunjukkan angka 27,1 kpl pada saat melintasi jalan bebas hambatan akan tetapi sempat turun hingga menjadi 26,8 kpl ketika memasuki wilayah BSD yang lebih padat.

Dengan angka 21.9 kpl yang terpercahkan, akan tetapi angka tersebut tidak dapat menjadi patokan untuk setiap Brio yang akan dikendarai oleh konsumen. Hal ini disebabkan oleh jalur dan kondisi lalu lintas dan tentunya cara berkendara yang berbeda-beda.

Honda CBR1000RR Akan Hadir Di Indonesia Bulan Depan

Honda telah memperkenalkan model motor sport terbarunya pada event Intermot 2016 di Cologne, Jerman. Pada event tersebut honda memperkenalkan CBR1000RR Fireblade SP dan SP2 sebagai model teranyar dari CBR1000RR.
honda-cbr1000rr-akan-hadir-di-indonesia-bulan-depan
Kedua model ini akan menggantikan model CBR1000RR sebelumnya dan diproduksi untuk pasar di seluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu dari target pasar yang dibidik oleh CBR1000RR Fireblade dan SP dan SP2.

PT Astra Honda Motor atau AHM selaku pemegang merek tunggal Honda di Indonesia telah berencana untuk meluncurkan model tersebut pada IMOS atau Indonesia Motorcycle Show 2016 yang akan digelar di Jakarta bulan depan. AHM akan memperlihatkan kedua varian dari CBR1000RR Fireblade yaitu SP dan SP2.

“CBR1000RR SP dan SP2 akan kami perkenalkan di ajang IMOS nantinya yang juga sebagai petanda produk ini resmi dijual di Indonesia. Produk ini merupakan produk global yang meluncur di seluruh dunia dan banyak peminatnya karena itu kami menunggu sampai IMOS,” kata Koji Sugita, Direktur Marketing AHM.

Walaupun begitu, Sugita tidak ingin memberikan informasi mengenai harga jual CBR1000RR SP dan SP2. Hal ini disebabkan banyak hal yang harus dihitung ulang supaya mendapatkan harga yang pas untuk pasar Indonesia.

Kedua motor tersebut mengusung mesin berkapasitas 999 cc dengan daya maksimal mencapai 189 hp pada putara 13.000 rpm dan torsi puncak 116 Nm pada 11.000 rpm.